Autofs, fitur automount di OS Linux

Sekilas mengenai autofs
Autofs adalah sebuah aplikasi program yg digunakan untuk me-mount direktori secara otomatis. Automount hanya akan melakukan proses mounting ketika diperlukan saja, dan akan me-unmount jika tidak di perlukan atau tidak aktif. Karena itu, automounting NFS / Samba share dapat menghemat bandwidth dan menawarkan kinerja yg lebih baik secara keseluruhan dibandingkan dengan melakukan mount statis melalui file fstab.

Untuk menghindari kebingungan, terminologi berikut akan digunakan:
automount adalah program yang digunakan untuk mengkonfigurasi mount point untuk autofs. Ketika autofs dimulai, daemon automount yang melakukan pemetaan direktori mount. Auto-mount mengacu pada proses filesystem automounting. Autofs adalah program yang mengontrol operasi dari daemon automount.

Automount mapping bisa langsung atau tidak langsung (direct atau indirect). Indirect mount, seperti yg di contohkan di dalam file auto.master, mount point akan menjadi sebagai subdirektori di dalam mount point utama. Sebagai contoh, lihat di dalam master map file sbb:

/smb/etc/auto.smb

Entri diatas di dalam file auto.master memberitahu autofs untuk melihat di dalam file /etc/auto.smb dan membuat mount-point di dalam direktori /smb.

Sedangkan direct mount akan membuat mount-point di direktori yg telah di tentukan di dalam file konfigurasi yg relevan. Entri mount-point di dalam file auto.master akan selalu ‘/-‘. Sebagai contoh, baris berikut menginstruksikan autofs untuk membuat sebuah mount-point di tempat yg ditentukan di dalam file auto.data:

/- /etc/auto.data


Jika map file tidak di tentukan secara penuh di direktori mana, maka konfidurasi nsswitch akan digunakan untuk melokasikan map file. contoh:

/- auto.data

Map file, seperti yg di jelaskan di atas, tiap masing-masing autofs mount memiliki konfigurasi map-file nya. File tsb biasanya menggunakan format nama auto.<X>, dimana <X> dapat bernilai apapun selama itu sama dengan entri di dalam file auto.master dan valid untuk sebuah nama file. Isi map file menggunakan format sbb:

key     [-options]     location

Untuk dokumentasi lebih lengkap, silahkan kunjungi dokumentasi resmi Ubuntu di sini.

+===============================================+

Ok, untuk studi kasus di tempat saya seperti ini, saya memiliki NAS, dimana NAS tsb memiliki NFS Share, yaitu ‘repository‘ dan ‘userbackup‘ yg ter-mount di ‘/mnt/HDb2/repository‘ dan ‘/mnt/HDb2/userbackup‘. NFS Share tsb melayani share untuk klien OS Linux. Sedangkan untuk klien OS Windows, NAS mempunyai smbshare yaitu direktori ‘data‘ dan direktori ‘master‘ yg diproteksi dengan username dan password. Untuk smbshare akan saya buat dengan metode direct mount, sedangkan nfs share menggunakan indirect mount. Berikut langkah2nya:

  • Install paket autofs
sysadmin@vserver:~$ sudo apt-get install autofs -y
  • Edit file /etc/auto.master dan tambahkan entri berikut:
/-     /etc/auto.smbshare     --ghost  --timeout=5
/mnt/nfs     /etc/auto.nfs    --ghost  --timeout=5
  • Buat file /etc/auto.smbshare, isinya sbb:
/mnt/data     -fstype=cifs,username=data,password=data123   ://192.168.1.2/data
/mnt/master   -fstype=cifs,username=master,password=master123 ://192.168.1.2/master
  • Buat file /etc/auto.nfs, isinya sbb:
repository     -fstype=nfs4     192.168.1.2:/repository
userbackup     -fstype=nfs4     192.168.1.2:/userbackup
  • Restart service autofs
sysadmin@vserver:~$ sudo service sysadmin restart
  • Sekarang periksa apakah sudah berhasil:
 sysadmin@vserver:~$ ls /mnt/
 total 0
 drwxr-xr-x 2 root root 0 2012-06-03 12:01 data
 dr-xr-xr-x 2 root root 0 2012-06-03 12:01 master
 drwxr-xr-x 2 root root 0 2012-06-03 12:01 repository
 drwxr-xr-x 2 root root 0 2012-06-03 12:01 userbackup
 sysadmin@vserver:~$
  • Kemudian lihat juga di dalam masing-masing isi direktori tsb, jika mount berhasil, isi dari smbshare dan nfs share dari NAS akan tampil di situ sesuai dengan isinya.🙂
+=======S-E-L-E-S-A-I=======+
Referensi:

Note:

  • Perhatikan konfigurasi di auto.master, disana ada opsi ‘–ghost’ dan ‘–timeout=5’, opsi ‘–ghost’ akan membuat structure directory terlihat selamanya, dan opsi ‘–timeout’ akan menentukan berapa lama proses mount akan di hentikan sementara jika tidak ada aktifitas, sesuai dengan nilai yg diberikan dalam satuan detik.
  • Perhatikan juga untuk metode akses antara protokol NFS share dan SMB share di masing-masing map file, karena keduanya mempunyai format yg berbeda.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: